Welcome Comments Pictures

Senin, 30 September 2013

BAB 4 : Pengondisian Berpenguat Skinner

ASUMSI DASAR

a. Sifat Ilmu Behavioral
Tugas ilmu perilaku adalah menemukan hukum ataupun relasi diantara kondisi fisik atau lingkungan dengan perilaku. Tugasnya adalah menemukan variabel bebas/independen (kondisi atau kejadian) apa yang menimbulkan perubahan dalam variabel terikat/dependen, yakni perilaku. Misalnya, kondisi atau kejadian apa yang menyebabkan siswa senang mengerjakan tugas dan kondisi apa yang menyebabkan siswa mengabaikan perkerjaan rumah?

    b. Definisi Belajar
Skinner (1950) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku. “Belajar bukan melakukan – belajar adalah mengubah apa tang kita lakukan”. Contohnya, anak kecil mungkin melihat satu keranjang berisi tiga apel dan satu keranjang berisi 10 apel dan mengatakan keranjang 10 apel tersebut lebih banyak. Kemudian, ketika anak tersebut mulia belajar berhitung, dia dapat mengidentifikasi jumlah spesifik dalam setiap kelompok dan menunjukkan selisih jumlah keduanya.

ATURAN DASAR PERUBAHAN PERILAKU

Thorndike mengidentifikasi tiga komponen penting dari perubahan perilaku, yaitu:
a)    Kesempatan dimana perilaku terjadi
b)   Perilaku itu sendiri
c)    Konsekuesnsi dari perilaku
Dimana respon yang diberikan pada lingkungan untuk menghasilkan konsekuensi yang berbeda, da konsekuensi tertentu menimbulkan pengulangan repson. Namun, salah satu kekurangan dalam analisis Thorndike adalah dia menyebut konsekuensi yang menyebabkan peningkatan perilaku itu sebagai imbalan (reward). Masalahnya adalah, imbalan adalah ganjaran untuk sesuatu yang dilakukan atau kompensasi yang mengganti pengorbanan tertentu.
Sehingga Skinner mengganti istilah imblan dengan istilah konsekuensi yang menguatkan (reinforcing concequences) dan penguatan (reinforcement). Penguatan adalah konsekuensi behavioral yang memperkuat perilaku, yaitu penguat yang meningkatkan frekuensi respons. Sehingga Skinner mengidentifikasi tiga komponen belajar sebagai stimulus (discriminating stimulus) – respons – konsekuensi (reinforcing stimulus).
Selain penguat, Skinner juga mengidentifikasi istilah hukuman, yaitu untuk mereduksi frekuensi perilaku tertentu. Hukuman ini juga tidak terbatas pada tindakan orang lain. Misalnya, anak kecil yang coba-coba menyentuh api akan mendapat hukuman tangannya jadi melepuh.

Sumber :
Gtedler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar