Welcome Comments Pictures

Sabtu, 07 September 2013

BAB I - TINJAUAN

A.  Apa Peran Belajar?
Pertama, bagi individu, belajar dapat menjelaskan tentang pemerolehan berbagai kemampuan dan keterampilan, tentang strategi untuk menjalankan peran di dunia, serta tentang sikap dan nilai yang memandu tidakan seseorang.
Kedua, belajar penting bagi masyarakat. Salah satu tujuannya, seperti dicatat oleh Vygotsky (1924/1979), adalah mempelajari tentang nilai, bahasa, dan perkembangan kultul-pengalaman yang diwariskan.
Belajar juga merupakan basis untuk kemajuan masyarakat di masa depan. Perkembangan diciptakan oleh individu yang didasari oleh kemampuan belajar dan kapasitas mereka untuk menciptakan penemuan baru yang dilanjutkan dari generasi ke generasi, contohnya seperti komputer.
Terakhir, pemelajar (learner) mengonstruksi makna untuk diri mereka sendiri dan konteks dimana mereka tinggal. Yakni, individu memilih informasi dari interaksi dengan orang dan kejadian yang terjadi di keluarga, sekolah, pertemanan, komunitas, dan lingkungan kerja. Individu kemudian menghubungkan informasi pilihan itu dengan pengetahuan yang dimilikinya, kemudian menganalisisnya, dan mengonstruksinya ke dalam memori.
B.   Apa Fungsi Teori Belajar?
a)   Fungsi Umum
Suppes (1974) mengidentifikasi empat fungsi umum dari teori belajar. Pertama adalah sebagai kerangka untuk melakukan riset. Fungsi ini terkait dengan syarat bahwa teori harus memuat prinsip yang dapat diuji; teori yang baik akan diterjemahkan ke dalam desain riset yang konkret (Bronfenbrenner, 1993).
Fungsi kedua adalah memberikan kerangka informasi yang spesifik. Ketiga, untuk mengungkapkan kompleksitas dan kekaburan suatu kejadian. Keempat, teori mungkin melahirkan wawasan baru tentang situasi sehingga prinsip atau teori sebelumnya perlu diperbaiki. Fungsi kelima adalah teori berguna sebagai penjelasan atau suatu kejadian. Untuk lebih jelas, contoh dari kelima fungsi umum teori belajar diatas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Fungsi Umum Teori Belajar
Fungsi
Contoh
Sebagai kerangka riset
Hukum belajar Thorndike mengidentifikasi arti penting dari konsekuensi perilaku bagi proses belajar
Memberikan kerangka informasi yang spesifik
Kondisi belajar Gagne untuk proses belajar; teori atribusi Weigner yang menjelaskan mengapa satu siswa kecewa dengan nilai B dan siswa lain justru senang dengan nilai C
Mengidentifikasikan sifat dari peristiwa yang kompleks
Teori perkembangan kognitif Piaget yang menerangkan eksplanasi kontradiktif anak-anak terhadap kejadian-kejadian seperti mengapa beberapa benda mengambang di air
Mereorganisasi pengalaman sebelumnya
Imitasi pada mulanya dianggap sebagai peniruan langsung atas perilaku yang diamati. Teori kognitif sosial Bandura menjelaskan fenomena penyesuaian yang tertunda.
Berguna sebagai penjelasan atas suatu kejadian
Pengondisian klasik menjelaskan kontrol behavioral atas refleks dan reaksi emosional sederhana, dan kemudian muncul konsep pengondisian operan yang menunjukkan perkembangan perilaku voluntary

b)   Fungsi Khusus
Fungsi
                        Contoh
Sebagai pedoman perencanaan instruksi
a.     Kondisi belajar Gagne menyediakan sembilan langkah yang paralel dengan urutan dimana informasi diterima dari lingkungan, diproses (encoded, dan disimpan dalam memori jangka panjang
b.     Teori perkembangan Jean Piaget memberikan pemahaman tentang praktik kelas yang memfasilitasi perkembangan pemikiran logis
Mengevaluasi produk untuk dipakai di kelas dan praktik belajar yang berlangsung
Teori membantu dalam mengevaluasi instruksi berbasis komputer yang mencakup prinsip pemrosesan informasi. Pengkodisian operan Skinner, kondisi belajar Gagne, dan teori sosial-kognitif Bandura
Mendiagnosa problem dalam instruksi kelas
Kesulitan yang dialami siswa berpotensi rendah sering disebabkan karena harga diri rendah dan tidak memadainya strategi belajar yang baik. Teori atribusi Weiner, teori sosial-kognitif Bandura, perspektif tentang pemecahan masalah, dan teori sosiohistoris Vygotsky, semua membahas berbagai aspek dari problem ini
Mengevaluasi riset berdasarkan teori
Salah satu studi mengimplementasikan model perilaku prososial dan melakukan pengujian pada anak pada akhir sesi eksperimen. Si anak tidak banyak meniru si model dan ini dianggap sebagai bukti bahwa teori Bandura tidak berlaku untuk situasi sosial tertentu. namun menurut teorinya, anak tidak melakukan semua hal yang mereka pelajari

Daftar Pustaka
Gtedler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar