Kamis, 12 April 2012

TEORI KEPRIBADIAN EYSENK

TIPOLOGI BIOLOGIS HANS EYSENCK

I. LATAR BELAKANG
Eysenk mengkritik teori psikoanalisis yang dia rasa pengukurannya kurang akurat untuk konsep psikologis. Jadi dalam menyusun teori sifat, Eysenck mencoba melakukan pengukuran perbedaan individu yang lebih akurat. Pengukuran itu untuk mengidentifikasikan asumsi dasar-dasar biologis dari sifat. Teori kepribadian Eysenck menekankan komponen hereditas dan lingkungan. Eysenck percaya bahwa taksonomi atau klasifikasi tingkah laku dapat menentukan kepribadian dan analisis factor adalah alat yang tepat untuk menentukannya.


II. Definisi Kepribadian
Eysenck berpendapat dasar umum sifat-sifat kepribadian berasal dari keturunan, dalam bentuk tipe dan trait. Dia juga berpendapat bahwa semua tingkah-laku dipelajari dari lingkungan. Menurutnya kepribadian adalah keseluruhan pola tingkah laku aktual maupun potensial dari organisme, sebagaimana ditentukan oleh keturunan dan lingkungan. Pola tingkahlaku itu berasal dan dikembangkan melalui interaksi fungsional dari empat sektor utama yang mengorganisir tingkahlaku; sektor kognitif (intelligence), sektor konatif (character), sektor afektif (temperament), sektor somatik (fisiologis dan fungsi otak).


III. Struktur Kepribadian
Kepribadian menurut Eysenck memiliki empat tingkatan hirarkis, mulai dari hirarki yang tinggi ke hirarki yang rendah : tipe – traits – habit – respon spesifik.
Hirarki tertinggi: Tipe, kumpulan dari trait.
Hirarki kedua: Trait, kumpulan kegiatan, kumpulan respon yang saling berkaitan atau mempunyai persamaan tertentu.
Hirarki ketiga: Habitual Response, kebiasaan tingkah laku atau berfikir, kumpulan respon spesifik, respons yang berulang-ulang terjadi kalau individu menghadapi kondisi atau situasi yang sejenis.
Hirarki terendah: Spesific Response, tingkah laku yang dapat diamati, yang berfungsi sebagai respon terhadap suatu kejadian.

Contohnya :







Pandangan Eysenck berhubungan dengan Hipocrates dan Gallen yang membagi empat tipe kepribadian dasar :
· Tinggi N dan Rendah E        : tipe Melankolis
· Tinggi N dan Tinggi E          : tipe Koleris
· Rendah N dan Tinggi E        : tipe Sanguinis
· Rendah N dan Rendah E      : tipe Plegmatis

        Ada tiga dimensi kepribadian menurut Eysenk, yaitu Ekstraversion (E), Neuroticism (N), dan Psikoticism (P). Menurutnya nuerotisme dan psikotisme itu bukan sifat patologis. Tiga dimensi itu adalah bagian normal dari struktur kepribadian. Semuanya bersifat bipolar; Ektraversion - Introversion, Neuroticism - Emosional Stability, dan Psychoticism - Impulse Control. Dan orang yang memiliki skor tinggi pada tiga dimensi tersebut memiliki kecenderungan melakukan kriminalitas. Semua orang berada dalam rentangan bipolar itu mengikuti kurva normal, artinya sebagian besar orang berada ditengah-tengah polarisasi. Masing-masing dimensi saling bertentangan dan merupakan tipe dari kumpulan 9 trait, jadi semuanya ada 27 trait.


EKSTRAVERSION (E)


Trait Ektraversion
Trait Introversion
sociable, lively, active, assertive, sensation seeking, carefree, dominance, surgent, ventureso
tidak sosial, pendiam, pasif, ragu, banyak pikiran, sedih, penurut, pesimis, penakut, tertutup, damai, tenang, dan terkontrol

            Penyebab utama perbedaan antara ekstraversion dan introversion adalah tingkat keterangsangan korteks (CAL = Cortical Arousal Level), kondisi fisiologis yang sebagian besar bersifat keturunan. CAL rendah artinya korteks tidak peka, reaksinya lemah. Sebaliknya CAL tinggi, korteks mudah terangsang untuk bereaksi.

Ektraversion
Introversion
CAL-nya rendah
CAL-nya tinggi
Membutuhkan banyak ransangan untuk megaktifkan korteksnya
Membutuhkan sedikit ransangan untuk mengaktifkan korteksnya
Suka ikut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas
Menarik diri, menghindari situasi ramai, situasi yang menyebabkan ketegangan terlalu tinggi, aktifitas yang menantang, memimpin suatu perkumpulan, dan melakukan keisengan.


NEUROTICISM (N)

            Trait dari neurotisisme adalah: anxious, depressed, guild feeling, low self esteem, tension, irrational, shy, moody, emotional. Dasar biologis dari neuroticism adalah kepekaan reaksi sistem syaraf otonom (ANS = Autonomic Nervous System). Orang yang kepekaan ANS-nya tinggi, pada kondisi lingkungan wajar sekalipun sudah merespon secara emosional jadi gampang mengalami gangguan neurotik. Neurotisisme dan ekstraversi bisa digabung dalam hubungan CAL dan ANS, dan dalam bentuk garis absis ordinat. Kedudukan setiap orang pada bidang dua dimensi itu tergantung kepada tingkat ekstraversi dan neurotisismenya.

Subyek
Dimensi
CAL
ANS
Simptom
(A)
Introver-Neurotik
Tinggi
Tinggi
Gangguan psikis tingkat pertama
(B)
Ekstraver-Neurotik
Rendah
Tinggi
Gangguan psikis tingkat kedua
(C)
Introver-Stabilita
Tinggi
Rendah
Normal introvers
(D)
Ekstravers-Stabilitas
Rendah
Rendah
Normal ekstravers

Keterangan :

A adalah orang introvert-neurotik (ekstrim introvers dan ekstrim neurotisisme). Orang itu cenderung memiliki simpton-simpton kecemasan, depresi, fobia, dan obsesif-kompulsif, disebut mengidap gangguan psikis tingkat pertama (disorders of the first kind).

B adalah orang ekstravers-neurotik. Orang itu cenderung psikopatik, kriminal, atau mengidap gangguan psikis tingkat kedua (disorders of the second kind).

C adalah orang normal yang introvers; tenang, berpikir mendalam, dapat dipercaya.

D adalah orang yang normal-ekstravers; riang, responsif, senang bicara/bergaul.

PSYCHOTICISM (P)

Skor Psychoticism Tinggi
Skor Psychoticism Rendah
egosentris, dingin, tidak mudah menyesuaikan diri, impulsive, kejam, agresif, curiga, psikopatik dan anti sosial
baik hati, hangat, penuh perhaitan, akrab, tenang, sangat sosial, empatik, kooperatif, dan sabar

Seperti ekstraversion dan neuroticism, psychoticism mempunyai unsur genetik yang besar. Secara keseluruhan tiga dimensi kepribadian itu 75% bersifat herediter, dan hanya 25% yang menjadi fungsi lingkungan. Dan pria memilki skor yang leboh besar dibanding wanita dalam dimensi psikotisme karena hormon progesteron pria lebih besar daripada wanita.


IV. INTERVENSI

           Selain menekankan pentingnya faktor-faktor genetik, Eysenck juga mendukung terapi perilaku, atau pengobatan perilaku abnormal sesuai dengan prinsip- prinsip teori belajar. Secara logikanya, jika tingkah laku itu diperoleh dari belajar, tingkah laku itu juga bisa dihilangkan dengan belajar. Eysenck memilih model terapi tingkah laku dalam mengubah tingkah laku maladaptif.


V. PERAN UTAMA HEREDITAS
      Eysenk juga meneliti perbandingan antara kembar identik (monozyzot) dan fraternal (dizygot). Hasilnya kembar identik lebih mirip kepribadiannya daripada kembar fraternal, bahkan ketika anak kembar identik tinggal bersama orangtua yang berbeda.

        Penelitian tentang anak adopsi juga menunjukkan bahwa kepribadian mereka lebih mirip dengan orangtua biologisnya daripada orangtua adopsi mereka, walaupun mereka tidak mengenal orangtua biologis mereka.


VI. ASSESMENT

Ada empat inventori yang dipakai untuk melakukan penelitian atau untuk memahami klien.
1.  Maudley Personality Inventory (MPI), mengukur E dan N dan korelasi antara keduanya.
2.   Eysenck Personality Inventory (EPI), Alat tes ini memiliki skala kebohongan (lie-L) untuk mendeteksi kepura-puraan (faking) yang terpenting dalam tes ini yaitu untuk mengukur ekstraversi dan neurotisme secara independen dengan korelasi yang hampir nol antara E dan N.
3.  Eysenck Personality Questionnair (EPQ), mengukur E, N, P, (merupakan revisi dari EPI, tetapi EPI yang hanya mengukur E dan N masih tetap dipublikasikan). Memasukan skala psikotik.
4.   Eysenck Personality Questionnair-Revised (EPQ-R) revisi dari EPQ. Mempunyai versi dewasa dan anak-anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar